Minggu, 19 Juni 2016

Untukmu yang pernah singgah

Selamat malam kamu,

Bagaimana kabarmu?
Aku mengerti, Kita bahkan tidak se akrab dulu lagi . Aku dapat memaklumi itu semua, aku hargai kehidupanmu saat ini. Dan kamu? Entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak😊
Aku tidak ingin mencari perhatianmu, aku juga tidak berharap besar kamu sempat membaca se-patah dua-patah tulisanku yang mungkin tidak penting bagimu.
Aku juga tidak ingin mendramatisir keadaan, bahkan juga aku tidak ingin mendramatisir perasaanku.
Malam ini sebelum terlelap aku berharap kamu merindukanmu walau hanya semalam. Setidaknya kamu mengingat bagaimana tawaku serta tangisku, setidaknya kamu mengingat bagaimana semangatku, dan susahnya usahaku meski hanya beberapa saat.
Kamu membuat ku belajar dan mengenali banyak hal untuk pertama kalinya,  kamu orang yang telah berhasil membuatku merasa dihargai, dan menjadi perempuan kuat .
Kamu membuat aku merasa bahwa aku adalah orang yang patut untuk diperjuangkan,


Untuk mu yang pernah singgah...

Maafkan aku yang sempat membuatmu muak, sakit hati serta membuat lelah menghadapi sikapku.
Sikap yang terkadang menjengkelkanmu, kekanakan serta sering mengeluh.
Kamu yang selalu mengingatkanku, aku rindu...


Dan lagi.. saat ini aku terlambat menyadarinya, aku tau aku salah. Aku tau aku benar benar bodoh. Tapi siapa lagi yang peduli pada hidupku saat ini?
Bahwa cinta begitu menyakitkan saat kamu pergi..
Kadang ku hanya dapat tertawa mengingat semua, dan perkenalan serta perjalanan kita amat sangat lucu nyatanya.


Aku tau kita memulai dengan cara yang salah, tapi aku tak ingin menyalahkan diantara kita. Karena semua telah berlalu
Cukup aku saja yang tau rasa sakitnya penyesalan..
Perjalanan memang membuat kita terbang tinggi lalu terhempas jatuh. Dan terimakasih kamu telah menjadi perjalananku. Sekali lagi terimakasih pernah hadir lalu pergi..


Untukmu yang pernah singgah...

Aku pernah berkata bahwa aku merindukanmu, tapi rasa rindu itu sedikit berkurang setelah aku menulis ini. Aku sedang tersenyum saat ini, percayalah.
Insyaallah aku bahagia, kurasa rinduku padamu sudah cukup. Tugasku saat ini hanya memelukmu lewat doa, aku akan berusaha untuk tidak kekanak kanakan lagi tanpamu.
Aku berharap aku dan kamu baik-baik saja jika kamu memilih kita di jalan yang berbeda.
Dan harapan terakhir ialah aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman.
tak ada lagi kecanggungan dan kita berbincang hingga tengah malam.
Dan suatu saat nanti aku akan mengenalkan kepadamu seseorang yang mengajak aku tersenyum disaat kau meninggalkanku.

Untuk kamu yang pernah singgah...
terimakasih telah hadir, aku merasa cukup. Dan aku mungkin akan pergi




                    Sidoarjo 19 juni 2016
                         -dariku yang senang mendengarkanmu bernyanyi 

Sabtu, 18 Juni 2016

Dinihari, aku masih belum bisa memejamkan mataku entah mengapa. Aku terus menatap langit langit kamar. Mendekapmu dalam doa, melihat sinaran bulan melalui celah jendela. Aku masih ingat disaat kita memulai obrolan chat hingga tengah malam, hingga dinihari sekalipun. Memulai dengan topik topik atau bahasan sederhana hingga aku tertidur. Hingga aku tertidur dan dipagi hari aku tersenyum, melihat pesan singkat darimu. Meskipun hanya;












 



-selamat pagi